info@pm.unida.ac.id
info@pm.unida.ac.id

Teks Khutbah Idul Adha 1443 H “Esensi ( hakikat) Cinta yang dicontohkan Nabi Ibrahim AS (Khalilullah)”

PROGRAM STUDI PERBANDINGAN MADZHAB UNIDA GONTOR

Oleh: Al Ustadz Achmad Arif, M.A

الحمد لله الذي منّ على عباده بمواسم الطاعات، ووفق من شاء منهم لاغتنامها بفعل الخيرات، وساء من شاء منهم، فكان فعله التفريط والندامة والخسران، وأشهدُ أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، رب السماوات والأرض، ولا إله غيره، واسع العطاء والكرم والجود والهبات، وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله أفضل المخلوقات، وصلى الله وسلم وبارك عليه وعلى آله وصحبه والتابعين لهم بإحسان مدى الدهور والأوقات وسلم تسليمًا مزيدًا.

Ma’asyirol muslimin dan muslimat Rohimakumullah

 Hari ied adalah hari yang sarat dengan kebahagian bagi umat islam diseluruh penjuru dunia,dan hakikat kebahagian  bagi umat islam sejatinya adalah sebuah ketaatan yang kontinue terhadap syariat atau aturan Allah Azza wajalla dari satu amalan ke amalan yang berikutnya,maka bersyukurlah dan berbahagialah saudaraku maka  pahala selalu akan meliputi kita semua, Allah SWT berfirman  :

﴿ قُلْ بِفَضْلِ اللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَلِكَ فَلْيَفْرَحُوا هُوَ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُونَ ﴾ يونس: 58

Artinya: Katakanlah: “Dengan kurnia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Kurnia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan”.

dijelaskan dalam Kitab Tafsir Muyasassar :Katakanlah (wahai rasul),kepada seluruh manusia, ”dengan karunia Allah dan rahmatNya, yaitu hidayah yang datang dari Allah kepada mereka dan agama yang benar yaitu islam, dengan itulah hendaknya mereka bergembira. Sesungguhnya islam yang kepadanya Allah menyeru kalian dan al-qur’an yang diturunkanNya pada Muhammad itu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan berupa kekayaan dunia yang semu dan segala isinya dari kemegahannya yang fana lagi akan sirna.

Ma’asyirol muslimin jama’ah iedul adha Rohimakumullah

Rasullah SAW menyeru kita agar selalu memperbanyak ketaatan dan Amal sholeh pada 10 hari awal bulan dzulhijjah ini, diantara amalan-amalan tersebut puasa-puasa sunnah ,puasaTarwiyah, puasa arofah,bersedekah,membaca Al-Qur’an dan lain-lainnya.barang siapa diantara kita tertinggal atau terlupakan sebuah amal sholeh pada hari  yang lalu maka hendaklah memperbanyak dzikrullah ,beristighfar Serta mengagungkanNYA.

Rasullah SAW bersabda:

عن عبدالله بن عباس -رضي الله عنهما- أن النبي -صلى الله عليه وسلم- قال: «ما من أيام العمل الصالح فيها أحب إلى الله من هذه الأيام» يعني أيام العشر. قالوا: يا رسول الله، ولا الجهاد في سبيل الله؟ قال: «ولا الجهاد في سبيل الله، إلا رجل خرج بنفسه وماله، فلم يَرْجِعْ من ذلك بشيء.

yang artinya:

” Tidak ada hari-hari untuk beramal saleh yang paling disukai Allah lebih dari hari-hari ini,” yakni, sepuluh hari Zulhijah. Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, tidak juga jihad di jalan Allah?” Beliau bersabda, “Tidak juga jihad di jalan Allah, kecuali seseorang yang berjihad dengan diri dan hartanya lalu tidak kembali dengan sesuatu apapun.”

Pada hari yang mulia ini pula berkumpul ibadah-ibadah yang Agung dan mulia, sebagian kaum muslimin  berangkat menunaikan ibadah haji, Mereka serempak menyatakan kesediaannya untuk memenuhi panggilan-Nya ke tanah suci mekkah,dengan ucapan; “Labbaiika Allaahumma labbaik, labbaika laa syariika laka labbaiik. Innal hamda wan ni’mata laka wal mulk laa syariika lak.” melempari 3 jumroh yaitu wusto ,ula dan aqobah, tawaf di baitullah, kaum muslimin dibelahan bumi lainnya sedang mengerjakan shola ied adha dilanjutkan menyembelih hewan –hewan Qurbannya sebagai refleksi rasa syukur dan ketaatan serta  kehambaan mereka kepada Allah SWT sang penguasa alam semesta ini.

Allahu Akbar 3x wa lillahilhamdu

Ma’asyirol Muslimin wal Muslimat Rohimakumullah

Merupakan Tabiat manusia adalah  حبّ التقليد gemar taqlid atau mengikuti dan mencontoh  kepada orang lain, termasuk mencontoh dan mengikui style tokoh-tokoh, public figure,dan orang yang diidolakan maka ketika itu sudah terjadi  dia akan meniru segala tingkah lakunya,  celakanya adalah ketika  seseorang yang diikuti  dan diidolakan baik dari,public figure,artis ,pemimpin dan lain-lainnya tidak bisa dijadikan  panutan, suri tauladan yang baik  dan tidak mengajarkan kepada kita  syariat dan bahkan malah menjauhkan kita kepada nilai-nilai islam yang hakiki.

Ma’asyirol muslimin rohimakumullah

          Allah telah mengutus para NabiNya untuk menjadi contoh dan suri tauladan bagi umat manusia. Allah SWT berfirman:

أولَٰئِكَ الَّذِينَ هَدَى اللَّهُ ۖ فَبِهُدَاهُمُ اقْتَدِهْ

yang Artinya:

“Mereka adalah manusia-manusia yang pantas dijadikan contoh. Yang Allah telah memberikan petunjuk kepada mereka. Maka dengan petunjuk merekalah kalian berjalan, meniti dan mengikuti.” (QS. Al-An’am[6]:90)

Nabi Ibrahim AS menjadi sosok idola dan uswah hasanah bagi segenap kaum muslimin tentang bagaimana seharusnya wujud cinta kita kepada Allah SWT,sampai-sampai beliau Nabi Ibrahim AS mendapatkan gelar yang sangat istimewa yaitu Khalilullah /Khalilurrahman yaitu Satu tingkatan kekasih yang paling tinggi. Dikatakan Khalil karena tidak ada rongga di hatinya kecuali di situ ada cinta Allah Jalla Jalaluh. Tidak ada rongga di hatinya, di jantungnya yang mengalir di sana kecuali ada cinta dan mahabbatullah di sana .Allah Azza Wajalla berfirman:

قلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Artinya :

Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu”. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS Al-Imron :31)

Hakikat cinta adalah bilamana Anda merelakan segala yang Anda miliki untuk seseorang yang Anda cintai sehingga tidak menyisakan sedikit pun apa yang ada pada diri Anda. Di sinilah, maka kecintaan seseorang kepada Allah hendaklah mengalahkan mendominasi segala perkara yang dicintai, sehingga apapun yang dicintai oleh seseorang tunduk kepada cinta yang satu ini yang menjadi penyebab kebahagiaan dan kesuksesan bagi dirinya.

        Kadar kecintaan dalam hati orang yang mencintai Allah adalah bertingkat-tingkat. Itulah sebabnya, Allah –subhanahu wa ta’ala- melukiskan betapa besarnya kecintaan orang-orang mukmin kepada-Nya dalam firman-Nya :

وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ أَشَدُّ حُبّا لِّلَّهِۗ [ البقرة / 165]

“Orang-orang yang beriman sangat mendalam cintanya kepada Allah.”

(QS Al-Baqarah : 165)

lafadz  “Asyaddu” bermakna sangat mendalam dan  menjadi bukti adanya tingkatan cinta dalam hati mereka. Artinya, ada cinta yang lebih tinggi dan kemudian ada lagi yang lebih tinggi.

        Cinta kepada Allah berarti Anda mengutamakan segala sesuatu yang disenangi Allah di atas diri Anda, jiwa Anda dan harta benda Anda, lalu ketaatan Anda kepada Allah dalam kesendirian dan keramaian, kemudian kesadaran diri akan kelalaian Anda dalam mencintai Allah. Seharusnya secara totalitas Anda mencintai Allah dengan mencurahkan jiwa dan raga serta pengembaraan hati dalam upaya mencari Sang Kekasih, dengan lisan yang selalu bergerak untuk menyebut nama-Nya.

Rasulullah –shallallahu alaihi wa sallam- bersabda :

وَأَسْأَلُكَ حُبَّكَ وَحُبَّ مَنْ يُحِبُّكَ وَحُبَّ عَمَلٍ يُقَرِّبُ إِلَى حُبِّكَ

“Aku memohon kepada-Mu agar dapat mencintai-Mu, mencintai orang-orang yang mencintai-Mu dan mencintai amal yang mendekatkan diriku untuk mencinta-Mu.”( HR At-Tirmidy :3235)

Setelah  cinta -mencintai akan ada fase untuk pembuktian cinta yaitu ujian/cobaan ,semakin hamba itu taat dan cinta maka ujian ketulusan itu akan dateng,sesungguhnya Ketika Allah mencintai hambanya maka Allah akan uji dia untuk melihat kualitas ketaaatan dan kecintaannya ,dan mengangkat derajatnya supaya menjadi teladan bagi selainnya dan menumbuhkan sabar dan ridho akan ketetapanNYA.Rasullah SAW  dalam hal ini bersabda :

 (أشد الناس بلاء الأنبياء, ثم الأمثل فالأمثل), وفي رواية: (الصالحون, ثم الأمثل فالأمثل يبتلى المرء على قدر دينه).

yang artinya: manusia yang paling diuji adalah para nabi,kemudian semisalnya dalam riwayat yang lain: ( atau orang-orang sholeh) setelahnya, dan akan di uji seorang manusia itu sesuai dengan kadar keimanannya.

Hadirin jama’ah sholat idul adha  Rohimakumullah

Fase-fase Ujian  Allah untuk Nabi Ibrahim AS diantaranya:

Pertama: orang tua yang musrik dan kaum yang membencinya dan berusaha membunuhnya,Nabi Ibrahim dilemparkan kepada Api disebabkan karena memperjuangkan dan mempertahankan kalimat Laa ilaaha illallah

Kedua: beliau diuji dengan harus meninggalkan negrinya untuk hijrah dalam perjalanannya , dan istrinya ditawan oleh raja

Ketiga : bertahun-tahun lamanya Nabi Ibarahim belum dikarunia anak dan beliau selalu berdoa :

ربّ هب لي من الصالحين

yang artinya:

ya tuhanku anugrahilah aku anak( generasi) yang sholeh

beliau terus berdoa dengan penuh keyakinan bahwa Allah akan mengabulkan Do’anya ,yang pada akhirnya Allah kabulkan dengan mengkarunia seorang putra yang diberi nama Ismail.

Kempat: Nabi Ibrahim diperintah oleh Allah untuk meninggalkan putra dan istrinya di mekkah yang pada saat itu kondisinya tandus padang pasir dan tidak ada manusia.

رَبَّنَا إِنِّي أَسْكَنْتُ مِنْ ذُرِّيَّتِي بِوَادٍ غَيْرِ ذِي زَرْعٍ عِنْدَ بَيْتِكَ الْمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِيُقِيمُوا الصَّلَاةَ فَاجْعَلْ أَفْئِدَةً مِنَ النَّاسِ تَهْوِي إِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُمْ مِنَ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُونَ  

(QS. Ibrahim: 37)  

yang artinya :

Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan Shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezekilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur.

Kelima: ketika nabi ismail beranjak dewasa nabi Ibrahim diuji lagi oleh Allah dan diperintahkan untuk menyembelih anaknya.Allah SWT berfirman:

فلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ ٱلسَّعْىَ قَالَ يَٰبُنَىَّ إِنِّىٓ أَرَىٰ فِى ٱلْمَنَامِ أَنِّىٓ أَذْبَحُكَ فَٱنظُرْ مَاذَا تَرَىٰ ۚ قَالَ يَٰٓأَبَتِ ٱفْعَلْ مَا تُؤْمَرُ ۖ سَتَجِدُنِىٓ إِن شَآءَ ٱللَّهُ مِنَ ٱلصَّٰبِرِينَ

Artinya: Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”. QS As-Saffat:102

Hadirin Jama’ah Idul Adha rohimakumullah

semua fase-fase ujian itu telah dilalui oleh nabi Ibrahim dengan penuh ketaatan dan cinta  yang kholis dan kemudian Allah angkat derajat beliau menjadi Muttaqiena Imaman( pemimpin bagi orang-orang yang beriman). hal ini sesuai dengan firman Allah SWT :

Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman: “Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia”. Ibrahim berkata: “(Dan saya mohon juga) dari keturunanku”. Allah berfirman: “Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang yang zalim”. (QS. Al-Baqarah : 124)

Ma’asyirol Muslimin Rohimakumullah

Parameter cinta kepada Allah SWT itu sederhana namun berat, oleh karena itu Allah SWT akan benar-benar sayang kepada hambanya yang mampu melaksanakan hal tersebut. Lewat kisah nabi Ibrahim dan Ismail alaihima assalam kita sungguh tahu betapa nikmatnya merasakan cinta kepada Allah SWT lebih dari apapun.Dan yang terakhir kita harus benar-benar bermuhasabah dan menanyakan pada diri kita sendiri sudah berapa besarkah wujud cinta kepada Allah SWT.

Khutbah Kedua

الحمدُ لله ربِّ العالمين، الحمدُ لله الذي بنعمته تتمُّ الصالحات، وبعَفوِه تُغفَر الذُّنوب والسيِّئات، وبكرَمِه تُقبَل العَطايا والقُربَات، وبلُطفِه تُستَر العُيُوب والزَّلاَّت، الحمدُ لله الذي أماتَ وأحيا، ومنَع وأعطَى، وأرشَدَ وهدى، وأضحَكَ وأبكى: (وَقُلِ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي لَمْ يَتَّخِذْ وَلَدًا وَلَمْ يَكُنْ لَهُ شَرِيكٌ فِي الْمُلْكِ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ وَلِيٌّ مِنَ الذُّلِّ وَكَبِّرْهُ تَكْبِيرًا) الإسراء: 111.

أَمَّا بَعْدُ: فَاتَّقُوا اللَّهَ تَعَالَى وَأَطِيعُوهُ، وَكَبِّرُوهُ فِي هَذِهِ الْأَيَّامِ الْعَظِيمَةِ؛ فَإِنَّهَا أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ وَذِكْرٍ لِلَّهِ تَعَالَى كَمَا فِي الْحَدِيثِ الصَّحِيحِ

.  ان الله وملائكته يصلون على النبي ياأها الذين آمنوا صلوا  عليه وسلموا تسليما ، اللهم صلِّ على عبدك ورسولك محمد، وارض اللهم عن خلفائه الراشدين أبي بكر وعمر وعثمان وعلي، ومن سار على نهجهم إلى يوم الدين.

اللهم أعز الإسلام والمسلمين، وأذل الشرك والمشركين، اللهم اجمع شمل المسلمين، ولمّ شعثهم، وألّف بين قلوبهم واحقن دمائهم..

اللهم جنبنا الفتن ما ظهر منها وما بطن، واجعل بلدنا هذا آمناً وسائر بلاد المسلمين.. اللهم تقبل من حجاج بيتك أعمالهم وردهم إلى بلادهم سالمين غانمين، واغفر لنا ولهم أجمعين.. وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين.

للهم ارزقنا من أبواب رزقك الواسعة، اللهم ارحمنا من عذاب الدنيا والآخرة، اللهم نجنا من النار يوم الواقعة، فإن القادر وليس سواك المؤتمن يا ذا الأمانات الوادعة.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

اللهم ارزقنا الحج إلى بيتك الحرام، فلم يحالفنا الحظ السنة، فاكتب لنا أن نزوره بعام من الأعوام، فإن رب البيت والعرش العظيم، ومن دخل بابك لا يهان ولا يضام.

وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين، والصلاة والسلام على سيدنا محمد، وعلى آله وأصحابه أجمعون، وعلى من اتبع الهدى من الصالحين. 

Leave a Reply

Sekilas PRODI Perbandingan Madzhab

Program Studi Perbandingan Madzhab UNIDA Gontor lahir pada tahun 1990. Program Studi ini bertujuan untuk mencetak sarjana muslim yang piawai dalam ilmu hukum islam dan hukum positif.

Artikel Terbaru

Beasiswa yang dapat diperoleh Mahasiswa Prodi Perbandingan Madzhab
13 July 2022By
Keutamaan Berpuasa Pada Hari ‘Arafah
4 July 2022By
Harlah dan Silatnas Persatuan Perbandingan Madzhab dan Hukum Se-Indonesia (PPMHSI).
25 June 2022By

Kalender Kegiatan