info@pm.unida.ac.id
info@pm.unida.ac.id

Keutamaan Berpuasa Pada Hari ‘Arafah

Ilustrasi Hari ‘Arafah

PROGRAM STUDI PERBANDINGAN MADZHAB UNIDA GONTOR

Hari ‘Arafah merupakan hari jatuh pada tanggal 9 Dzulhijjah, adapun keutamaannya telah dikhabarkan dan dijelaskan dalam hadist Rasulullah saw, Sebagaimana yang telah diriwayatkan oleh Shahihain (Bukhori-Muslim):

صيام يوم عرفة، أحتَسِب على الله أن يكفِّر السنة التي قبله والسنة التي بعده، وصيام يوم عاشوراء أحتسب على الله أن يكفِّر السنة التي قبله”.

Artinya: Puasa pada hari ‘Arafa, Aku berharap bahwa Allah akan mengampuni dosa-dosa pada tahun sebelumnya dan tahun setelahnya, dan puasa pada hari ‘Asyuro (10 Muharram), aku berharap bahwa Allah akan mengampuni dosa-dosa sebelumnya. (H.R Bukhori-Muslim).

Dan adapun arti dari Takfir Ad Dzunub (Pengampunan Dosa) dalam hadist ini adalah pengampunan atas dosa-dosa kecil, adapun dosa-dosa besar adalah wajib dilakukan dengan taubat dari dosa-dosa tersebut, dan seorang hamba berkewajiban untuk menahan diri dari segala dosa-dosa besar.

Adapun hukum berpuasa pada hari ini adalah mustahab atau dianjurkan bagi umat Islam yang sedang tidak melaksanakan ibadah haji, sehingga semua ummat Islam seakan sedang wukuf dan sedang berada di depan pintu berkah dan pengampunan Allah swt, dan itu dilakukan dengan puasa pada hari ‘Arafah. Dan puasa pada hari ‘Arafah ini tidak dianjurkan bagi umat Islam yang sedang melaksanakan Haji, maka yang paling utama bagi mereka adalah tidak berpuasa, karena hal yang demikian merupakan salah satu adab dalam berwuquf dan diantara tuntunan manasik.

Dan setelah hari ke-9 Dzulhijjah, umat islam akan berada pada hari ke-10 Dzulhijjah. Hari ini merupakan 10 hari pertama dari bulan Dzulhijjah, yang dianjurkan di dalamnya bagi seseorang untuk memperbanyak dan atau meningkatkan ketaatan dan ketakwaan kepada Allah swt, dan memperbanyak berbuat kebaikan di dalamnya. Hal ini berlandaskan pada hadist yang diriwayatkan oleh Bukhori:

“ما من أيام العمل الصالح فيها أفضل منه في هذه العشر ـ يعني العشر الأوائل من ذي الحجة ـ قالوا: ولا الجهاد في سبيل الله؟ قال: ولا الجهاد في سبيل الله إلا رجل خرج بنفسه وماله ثم لم يرجع من ذلك بشيء”.

iriwayatkan oleh Al-Bukhari, rahimahullah, dari Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu ‘anhuma bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : Tidak ada hari dimana amal shalih pada saat itu lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini, yaitu : Sepuluh hari dari bulan Dzulhijjah. Mereka bertanya : Ya Rasulullah, tidak juga jihad fi sabilillah?. Beliau menjawab : Tidak juga jihad fi sabilillah, kecuali orang yang keluar (berjihad) dengan jiwa dan hartanya, kemudian tidak kembali dengan sesuatu apapun“.

Wallah A’alam Bi Ash Showab

Leave a Reply

Sekilas PRODI Perbandingan Madzhab

Program Studi Perbandingan Madzhab UNIDA Gontor lahir pada tahun 1990. Program Studi ini bertujuan untuk mencetak sarjana muslim yang piawai dalam ilmu hukum islam dan hukum positif.

Artikel Terbaru

Beasiswa yang dapat diperoleh Mahasiswa Prodi Perbandingan Madzhab
13 July 2022By
Teks Khutbah Idul Adha 1443 H “Esensi ( hakikat) Cinta yang dicontohkan Nabi Ibrahim AS (Khalilullah)”
12 July 2022By
Harlah dan Silatnas Persatuan Perbandingan Madzhab dan Hukum Se-Indonesia (PPMHSI).
25 June 2022By

Kalender Kegiatan