info@pm.unida.ac.id
info@pm.unida.ac.id

Kematian: Ingatlah bahwa Ajal Akan Menjemputmu

Ilustrasi Kematian

Tulisan ini sebagai tadzkiroh bagi pembaca, agar kita tidak lupa akan kematian, sekaligus memperbanyak bekal yang berupa ibadah kepada Allah swt, sebagai persiapan menuju kematian.

Kematian adalah akhir dari sebuah kehidupan, hilangnya nyawa dari tubuh seseorang, kematian juga merupakan kondisi dimana organ-organ tubuh seseorang tidak aktif lagi. Kondisi seperti ini akan dirasakan oleh seluruh ummat manusia.

Kematian tidak terikat waktu dan tempat, dia bisa saja datang kapansaja dan dimanasaja, kematian tidak bisa diprediksikan, kematian tidak kenal usia, rupa, dan tahta. Ia datang begitu saja, kepada orang yang ditujunya, dan kematian/ ajal tidak pernah salah alamat, kemana ia harus pergi. Dan suatu saat nanti alamat yang dituju adalah kita. Wallahu A’alam.

Allah swt berfirman:

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۖ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. (Ali Imron: 185).

أَيْنَمَا تَكُونُوا يُدْرِكْكُمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنْتُمْ فِي بُرُوجٍ مُشَيَّدَةٍ ۗ

Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh (An Nisa: 78).

Demikianlah, bahwa Kematian akan dirasakan oleh setiap orang, walaupun seseorang bersembunyi di atas menara yang tinggi lagi kokoh, walaupun pergi menjauh ke dalam lubang terdalam, dia pasti akan menemukanmu pada saatnya.

Karenanya, Apakah seseorang bisa sombong dengan apa yang dimilikinya? Apakah seseorang bisa berbangga-bangga diri atas jabatan yang telah dicapainya atau dengan ilmu pengetahuan yang dimilikinya? Sekali kali tidak, mereka bisa saja sombong akan tetapi mereka tidak akan pernah bisa menghindari kematian/ajal. Dan ingatlah seseorang mati karena Allah swt.

Allah swt berfirman:

وَمَا كَانَ لِنَفْسٍ أَنْ تَمُوتَ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ كِتَابًا مُؤَجَّلًا ۗ وَمَنْ يُرِدْ ثَوَابَ الدُّنْيَا نُؤْتِهِ مِنْهَا وَمَنْ يُرِدْ ثَوَابَ الْآخِرَةِ نُؤْتِهِ مِنْهَا ۚ وَسَنَجْزِي الشَّاكِرِينَ

Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. Barang siapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala dunia itu, dan barang siapa menghendaki pahala akhirat, Kami berikan (pula) kepadanya pahala akhirat itu. Dan kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur. (Ali Imran: 145)

Sebagai salah satu Alarm, yang senantiasa mengingatkan kita bahwa seseorang mati karena atas izin Allah swt, terlepas dari penyebab-penyebab kematian yang telah Allah swt gariskan.

Dalam ayat lain Allah swt berfirman:

وَاللَّهُ خَلَقَكُمْ ثُمَّ يَتَوَفَّاكُمْ ۚ وَمِنْكُمْ مَنْ يُرَدُّ إِلَىٰ أَرْذَلِ الْعُمُرِ لِكَيْ لَا يَعْلَمَ بَعْدَ عِلْمٍ شَيْئًا ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ قَدِيرٌ

Allah menciptakan kamu, kemudian mewafatkan kamu; dan di antara kamu ada yang dikembalikan kepada umur yang paling lemah (pikun), supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang pernah diketahuinya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa. (An Nahl: 70)

Maka dari itu, siapkanlah bekal terbaik untuk kematian, sehingga ketika ajal menjemput, kita dalam keadaan sujud dan atau sedang melaksanakan ketaatan kepada Allah swt, sehingga yang demikian itu menjadi bekal bagi kita. Dan ingatlah sebaik-baik bekal adalah Taqwa, Ketaqwaanmu kepada Allah.

Demikianlah artikel ini dibuat, semoga bisa menjadi jam Alerm yang terus berbunyi disaat kita lupa dengan Tuhan, umumnya bagi pembaca dan khususnya bagi penulis.

Baca Juga:

Tim Review Artikel:
Dr. H. Imam Kamaluddin, Lc, M.Hum
Andini Rachmawati, M.CL
Achmad Arif, B. Sh, M.A

Tim Editor Artikel:
Haerul Akmal, M.H
Fazari Zul Hasmy Kanggas, M.H
Saepul Nasution, M.H

Leave a Reply

Sekilas PRODI Perbandingan Madzhab

Program Studi Perbandingan Madzhab UNIDA Gontor lahir pada tahun 1990. Program Studi ini bertujuan untuk mencetak sarjana muslim yang piawai dalam ilmu hukum islam dan hukum positif.

Artikel Terbaru

OSPEK Program Studi Perbandingan Madzhab 2021-2022
14 June 2021By
Formulir Pendaftaran Seminar Proposal Skripsi PM 2021
6 June 2021By
Kuliah Umum UNIDA Gontor 2021-2022 Bertemakan “Wakaf Pembangun Perdaban Umat”
3 June 2021By

Kalender Kegiatan