info@pm.unida.ac.id
info@pm.unida.ac.id

Dosen PM UNIDA Dilantik Sebagai Advokat

Al Ustadz Febrian Arif Wicaksono, S.H, M.H, berdiri urutan ketiga dari kiri.

PROGRAM STUDI PERBANDINGAN MADZHAB UNIDA GONTOR

Advokat adalah salah satu profesi di bidang hukum yang tidak banyak dipahami dengan benar oleh sebagian besar masyarakat. Bahkan, banyak di antaranya justru memberikan pengertian yang sama dengan pengacara. Pada dasarnya, memang kedua profesi tersebut tidaklah jauh berbeda antara satu sama lain. Namun, tetap saja menurut regulasi yang berlaku di Tanah Air, kedua profesi ini memiliki beberapa perbedaan yang cukup mendasar sebelum adanya UU Advokat.

Pada regulasi yang diundangkan pada tahun 2003, jabatan advokat adalah seseorang yang bekerja untuk memberikan bantuan atau jasa hukum yang lebih dalam dan lanjut kepada publik. Tentu saja, jasa hukum tersebut akan diberikan ketika seseorang memiliki agenda hukum baik perdata hingga pidana. Jasa hukum yang diberikan tersebut dapat dilakukan oleh seorang advokat baik saat berada di dalam maupun di luar lokasi kewenangannya seperti pengadilan umum, pengadilan agama, hingga pengadilan tata usaha negara. peran dan fungsinya secara mandiri untuk memberikan memberikan konsultansi hukum, menjalankan kuasa, mewakili, mendampingi, membela dan melakukan tindakan hukum lain untuk kepentingan hukum klien (tersangka atau terdakwa pelaku tindak pidana) dalam proses peradilan pidana.

Dengan demikian, salah satu diantara fungsi advokat yang tidak boleh ditinggalkan oleh seorang advokat adalah memberikan bantuan hukum kepada masyarakat atau rakyat yang terlibat dalam kasus hukum, baik secara perdata dan pidana. Dan tentunya profesi ini menjadi salah satu profesi yang sangat mulia.

Di awal tahun 2022 ini, salah satu diantara dosen Program Studi perbandingan madzhab, telah berhasil melaksanakan sumpah profesi dan dilantik secara resmi menjadi advokat.

Setelah diwawancarai oleh salah satu tim Website Prodi PM, beliau berpesan kepada seluruh alumni PM yang hendak mengambil profesi sebagai advokat kedepannya, agar terus berjuang dan bekerja keras serta semangat dalam membaca, mendengar dan melihat perkara-perkara hukum di televisi, sosmed, yang sedang terjadi, sehingga dengan begitu seseorang sedikit banyaknya akan mengetahui unsur-unsur yang harus ada dalam gelar perkara hukum di pengadilan dan juga dapat mengetahui proses-proses yang harus ditempuh dalam gelar perkara di penagdilan.

Selain itu, beliau berharap para alumni UNIDA dapat meningkatkan manfaat bagi masyarakat melalui profesi advokat. Pesan bagi para mahasiswa khususnya Fakultas Syariah Unida,”Tingkatkan pengetahuan dan kemampuan di bidang hukum agar kita lebih bermanfaat bagi umat dan menjadikan profesi advokat sebagai sarana ibadah”

Semoga dengan dilantiknya al Ustadz Febrian Arif sebagai advokat, dapat memberikan keberkahan dan kemanfaatan bagi semmua. AMIN..

Tim Website Prodi PM

Leave a Reply